Pelatihan Food Safety: Rangkaian Pelaksanaan CHSE di Lingkungan PT TWC Menuju Kebangkitan Kembali Dunia Pariwisata

3 minutes

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) senantiasa berkomitmen untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability) di setiap destinasi serta unit bisnis yang dikelola, guna mewujudkan Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism). Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE, baik dari sisi produk maupun layanan. Hasil dari konsistensi TWC tersebut, maka seluruh destinasi dan unit bisnis yang dikelola sudah mendapatkan sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Destinasi dan unit bisnis TWC yang sudah menerima sertifikasi CHSE (CHSE Certified) yaitu Taman Wisata Candi Borobudur, Resto Manohara, Taman Wisata Candi Prambanan, Unit Teater Pentas, Rama Shinta Garden Resto, Taman Wisata Ratu Boko, Andrawina Resto dan The Manohara Hotel Yogyakarta.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia sekaligus melaksanakan rangkaian kegiatan program CHSE, maka PT TWC menyelenggarakan Pelatihan  Food Safety bagi karyawan-karyawati TWC di bidang kuliner dan pengelolaan restoran. Bekerjasama dengan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia dan i-Clean, PT TWC menyelenggarakan Pelatihan Food Safety pada 23 – 24 Agustus 2021, di Manohara Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan, maka Pelatihan Food Safety dilaksanakan dengan peserta offline secara terbatas, selebihnya dilakukan melalui online daring.

Jamaludin Mawardi, General Manager Unit Manohara dan Unit Borobudur, mewakili PT TWC memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Food Safety.

“Menghadapi kebiasaan baru New Normal ini, tidak hanya pengelola destinasi saja yang sudah melaksanakan CHSE, namun pengelola restoran juga sudah mengimplementasikannya. Pelatihan ini sangat baik untuk merefresh penerapan Protokol Kesehatan dan CHSE di bidang Food Safety pada khususnya, agar kami senantiasa konsisten dalam melaksanakan. Apalagi, saat ini salah satu tuntutan dan kebutuhan konsumen adalah bagaimana penerapan Protokol Kesehatan dan CHSE ini dilaksanakan untuk melayani mereka”, kata Jamaludin Mawardi.

Lebih lanjut, Jamaludin Mawardi mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia dan i-Clean, atas kerjasama baiknya untuk penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kami turut bangga dapat berpartisipasi sebagai Narasumber dalam Pelatihan ini. Dengan kondisi Pandemi seperti sekarang ini, Food Safety menjadi salah satu sektor penting yang harus diperhatikan.  Harapan ke depan kerjasama ini dapat terus terjalin, sehingga program CHSE di TWC dapat dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan”, kata Rafael Triloko Basanto, President Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia.

“Saya ucapkan selamat mengikuti Pelatihan Food Safety kepada seluruh peserta, semoga bermanfaat dan mendapatkan pengalaman serta pengetahuan tambahan di bidang Food Safety. Ini merupakan kesempatan yang istimewa untuk peningkatan kompetensi”, kata Jamaludin Mawardi.

Pelatihan Food Safety ini memberikan manfaat bagi peserta, seperti yang diungkapkan salah satu peserta pelatihan, Stevy Yola.

“Pelatihan Food Safety ini sangat bagus, karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan pelaku pariwisata khususnya bagi sektor yang bergerak di bidang Food and Beverages service. Sehingga nantinya kami bisa langsung mengaplikasikan di unit masing-masing, agar kualitas keamanan makanan yang kami hidangkan lebih terjaga baik”, kata Stevy Yola.