PT TWC Lakukan Sosialisasi dan Dialog Kepada Seluruh Karyawan TMII

3 minutes

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) selaku Pengelola Baru melakukan audiensi terbuka dengan seluruh karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (12/8/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini tetap menerapkan protokol kesehatan serta pembatasan peserta luring secara ketat.

Konsolidasi tatap muka ini dilaksanakan pertama kali sejak PT TWC ditetapkan menjadi pengelola TMII oleh Kementerian Sekretariat Negara, awal Juli 2021 lalu. Hal ini dilakukan sebagai bagian membangun komunikasi efektif dan terbuka antara Direksi PT TWC dengan karyawan TMII.

WS. Direktur Utama PT TWC Mardijono Nugroho dalam sambutannya mengatakan bahwa komunikasi terbuka menjadi kunci dalam membangun proses kinerja yang baik untuk mengembangkan TMII kedepan. Hal ini menjadi salah satu prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan perlu diterapkan untuk membangun kerja sama dengan semua pihak yang terlibat di TMII.

“Transparansi merupakan bagian dari GCG (Good Corporate Governance). Kita pun sama, akan terbuka untuk komunikasi. Mengenai status pun akan transparan. Melalui niat baik, mari kita saling membuka diri dan transparan,” ungkapnya langsung dari Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII.

Kegiatan ini diikuti juga oleh Direktur Keuangan, Investasi, Manajemen Resiko & SDM Palwoto, Direktur Pemasaran & Pelayanan Hetty Herawati, Corporate Secretary Emilia Eny Utari dan Direktur Eksekutif TMII I Gusti Putu Ngurah Sedana. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta daring serta jajaran peserta luring yang terdiri dari kepala bagian, manager dan koordinator.

Senada dengan hal itu, Direktur Keuangan, Investasi, Manajemen Resiko & SDM Palwoto mengatakan bahwa saat ini seluruh karyawan TMII perlu mendapat pemahaman serta informasi yang jelas. Prinsip keterbukaan ini menjadi nilai yang harus dipegang teguh oleh semua pihak dalam memajukan TMII ke depan.

“Hal ini agar terang di belakang serta terang ke depan juga. Kita akan terbuka sepanjang itu masuk koridor aturan. Kami juga terbuka terkait pembahasan tentang SDM TMII ke depan. Hal ini agar bapak-ibu mendapat informasi yang jelas. Kita masih berproses di masa transisi ini. Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik bagi kita semua,” terangnya.

Palwoto mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjaga integritas dalam melaksanakan tugas sebagai insan BUMN ke depan. Hal ini harus dilakukan mengingat TMII saat ini milik negara dan bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia.

“Saya berharap nilai yang ada di BUMN bisa diaplikasikan di sini, karena kita menjadi keluarga BUMN yang punya visi serta nilai sendiri. Semua itu tentu tidak lepas dari resiko. Namun, yang terpenting adalah niat yang baik. Bahwa kita tidak perlu takut, namun juga perlu hati-hati. Kita belajar bareng. Proses hijrah ini semoga bisa mendapat keberkahan bagi semua pihak,” ungkapnya.

Direktur Pemasaran & Pelayanan Hetty Herawati menambahkan bahwa budaya terbuka ini menjadi salah satu nilai unggulan TWC. Budaya ini akan membuat proses bisnis berjalan lebih baik

“Kita sering sekali berdiskusi baik formal maupun casual. Budaya ini tentunya akan menghadirkan proses bisnis lebih baik. Kami berharap agar kebiasaan ini bisa diimplementasikan dalam mengembangkan TMII,” terangnya.

Salah satu peserta yang hadir Jaya Purnawijaya berharap kegiatan tatap muka ini bisa terus dilakukan dalam masa transisi ini. Hal ini agar bisa terjalin komunikasi yang efektif dalam proses pengembangan TMII ke depan.

“Harapan kita sejak lama yaitu ingin bertemu secara langsung. Hal ini menurut saya bagian dari implementasi AKHLAK. Paling tidak besok sebulan sekali mungkin kita bisa tatap muka dan membangun keterbukaan untuk menjaga integritas ini,” kata Koordinator Museum dan Hubungan Kelembagaan TMII ini.