KONSOLIDASIKAN PENGELOLAAN TMII YANG LEBIH BAIK KEDEPAN, PT TWC BERSAMA KEMENSETNEG ADAKAN PERTEMUAN PERDANA DENGAN PEGAWAI TMII

3 minutes

Sekretaris Menteri Sekretariat Negara Setya Utama bersama Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono memberikan arahan internal dalam rapat konsolidasi kepengelolaan baru TMII kepada perwakilan jajaran pegawai  TMII di Ruang Rapat Nusantara Gedung Pengelola TMII, Jakarta, Jumat (2/7/2021).

 

Acara yang dihadiri oleh direksi PT TWC serta jajaran manajemen juga dihadiri oleh mantan direksi TMII  sebagai wujud kolaborasi  sekaligus  sebagai ajang perkenalan untuk membangun komitmen bersama (taking ownership) menyatukan visi yang akan diterapkan dalam kepengelolaan TMII yang yang lebih baik ke depan.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Menteri Sekretariat Negara Setya Utama menegaskan bahwa per tanggal 1 Juli 2021 Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) secara resmi telah melakukan kerjasama pengelolaan TMII kepada PT. TWC,  sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pariwisata, dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), hal ini berdasarkan berbagai masukan serta pertimbangan diantaranya dari BPK RI dan BPKP.

Tanggal 1 Juli 2021 menandakan babak baru dimulainya pengelolaan TMII oleh PT. TWC,  sekaligus menandai berakhirnya kerja para direksi TMII yang lama, terkait dengan status pegawai,  sesuai dengan perpres masih dapat dipekerjakan kembali dengan  mekanisme yang berlaku sesuai tata kelola BUMN” Ujar  Setya Utama.

Lebih lanjut Setya Utama mengingatkan kepada pengelola TMII yang baru agar selalu profesional dan profer dalam mengelola TMII.

“Bahwa ke depan tentu saja PT TWC sudah memiliki konsep design pengembangan TMII yang mengacu pada Perpres  19 Tahun 2021, utamanya dalam mentranformasi TMII  sebagai kawasan terbaik untuk menikmati budaya dari beragam daerah di Indonesia, tetap berperan dalam melestarikan budaya bangsa   serta TMII sebagai Destinasi wisata seluas 150 hektar itu harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan lebih bermanfaat bagi negara,” ungkap Setya Utama.

Negara melalui Kemensetneg telah  memberikan kepercayaan kepengelolaan TMII kepada PT TWC selaku BUMN mulai 1 Juli 2021,  merupakan langkah besar dan momentum untuk menjaga destinasi yang diresmikan pada tanggal 20 April 1975 ini  agar dapat memberikan manfaat bagi pelestarian budaya bangsa dan memperkokoh NKRI.

“Kita memilih PT TWC sebagai BUMN untuk mengelola TMII secara profer, bukan kepada korporasi swasta yang mungkin menjanjikan keuntungan lebih besar kepada negara, karena kita tidak berorientasi mengeruk keuntungan semata, misi kita lebih kepada upaya menjaga dan tetap melestarikan budaya melalui pariwisata yang telah menjadi ‘landmark’nya TMII,” lanjutnya.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam membangun TMII menjadi lebih baik. Dirinya mengatakan bahwa membangun TMII memerlukan dukungan semua pihak agar menjadi kebanggaan bersama.

“Kami sampaikan ke Kemensesneg, bahwa TMII harus dikembangkan secara gotong royong. TMII ini harus menjadi kebanggaan semua. Tentunya kami sangat berharap kita bisa segera bergerak bersama dan memilih format yang tepat, agar cita-cita TMII sebagai etalase budaya Indonesia bisa segera terwujud,” terangnya.

Pimpinan PT TWC ini menerangkan bahwa amanat yang diberikan oleh negara selaku pemilik aset, memiliki tantangan tersendiri. Diperlukan kesungguhan serta komitmen yang kuat untuk membangun dan mengembangkan TMII menjadi lebih baik.  Edy Setijono juga mengajak seluruh karyawan TMII untuk mengembangkan pola kerja yang profesional melalui penerapan Good Corporate Governance. Penerapan GCG yang baik terbukti membuat kinerja PT TWC dalam 5 tahun terakhir ini berkembang pesat.

PT TWC mengajak seluruh stakeholder untuk turut terlibat aktif dalam menciptakan kreatifitas-kreatifitas yang bertanggung jawab, selaras dengan visi pengembangan dalam mewujudkan cita-cita TMII sebagai representasi keragaman dan kekayaan potensi bangsa Indonesia yang dapat memikat para insan global untuk berkunjung ke Indonesia.

Keberadaan TMII diperlukan untuk melestarikan budaya dan nilai asli Indonesia serta membangun karakter bangsa dengan semangat persatuan dalam keberagaman. TMII akan direvitalisasi dengan konsep Indonesia Opera. Sebuah konsep yang mempresentasikan keragaman dan kekayaan potensi daerah dan budaya Indonesia secara kekinian relevan dan inspiratif.