Prambanan Bisa Jadi Penguat Narasi Moderasi Agama

2 minutes

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Tri Handoko Seto bersama Staf Khusus Menteri Agama RI Abdul Haris Ma’mun, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Musta’in Ahmad dan Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengikuti dialog bersama dalam rangka HUT Purbakala Ke-108 di Museum Prambanan, Kompleks TWC Prambanan, Klaten, Senin (14/6/2021).

Dialog bertema Penguatan Moderasi Beragama dalam Memuliakan Candi Prambanan ini bertujuan membangun narasi moderat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dalam menyikapi peninggalan mahakarya sejarah seperti Prambanan.

“Kita ingin berdialog agar bersama-sama menyebarkan sikap moderasi ini. Tanpa moderasi agama yang baik, seluruh kegiatan pembangunan yg dilaksanakan, bisa menjadi sia-sia. Oleh karena itu, program ini bersifat mandatori Menteri Agama RI yang harus kita dukung bersama,” terang Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Tri Handoko Seto dalam sambutannya.

Senada dengan itu, stafsus Menteri Agama Abdul Haris Ma’mun mengatakan bahwa moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat masuk dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. “Ini adalah kewajiban kita bersama. Kampanye harus hidup rukun dan bersikap moderat masuk bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan dilakukan untuk menumbuhkan hidup damai di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kunjungan selama dua hari di Prambanan ini, Dirjen Bima Hindu ini juga melakukan pematangan konsep wisata yang bisa dikembangkan pada pariwisata di Prambanan.

“Menteri Agama ingin mematangkan pariwisata di Candi Prambanan, agar ke depan pelestarian candi menemukan momentum yang lebih baik serta di lain pihak bisa menggaet wisatawan, baik lokal maupun internasional. Selain itu, masyarakat punya kesadaran lebih baik terhadap pelestarian. Hari ini bagian dari upaya kita mematangkan konsep itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan bahwa pihaknya ingin menghadirkan spirit inspiring heritage dalam tiap destinasi yang dikelolanya. Hal ini merupakan langkah penting agar nilai yang ada di tiap cagar budaya bisa direplikasi serta dikembangkan oleh para penerus bangsa.

“Kami mengupayakan secara maksimal agar warisan budaya ini bisa menginspirasi generasi penerus. Jangan sampai bangsa kita mengakui masa lalu saja, tapi juga bisa meraih masa depan. Dalam konteks ini, Prambanan akan hadir serta menjadi sumber inspirasi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial budaya dan memberikan kemanfaatan yang bisa dirasakan semua masyarakat,” ujarnya.