Tujuh BUMN Berkolaborasi Bangkitkan Pasar Wisata Domestik dan Internasional

4 minutes

Pandemi global COVID-19 menghadirkan periode sulit termasuk bagi sektor pariwisata di Indonesia sehingga diperlukan kolaborasi di antara para stakeholder untuk menghadapi tantangan berat ini secara bersama-sama.

Menyusul hal tersebut pada hari ini, Rabu 10 Maret 2021, sebanyak tujuh BUMN menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata, sebagai langkah awal untuk berkolaborasi guna membangkitkan kembali sektor pariwisata di Indonesia.

Ketujuh BUMN itu adalah BUMN yang nantinya juga tergabung di dalam Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Walaupun Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung masih dalam proses pembentukan, namun ketujuh BUMN tersebut sudah memulai proses kerja sama dan melakukan transformasi di berbagai area untuk menyiapkan diri melayani masyarakat secara lebih baik dengan memastikan ketersediaan produk dan layanan pariwisata yang berkualitas, terjangkau dan terintegrasi.

Ketujuh BUMN tersebut adalah:

– PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai operator bandara;

– PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara;

– PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai operator maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia;

– PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata;

– PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

– Hotel Indonesia Indonesia Natour (Persero) yang merupakan travel management dan operator jaringan hotel;

– PT Sarinah (Persero) yang memiliki bidang usaha ritel, properti, ekspor, impor dan distribusi;

Melalui penandatanganan MoU ini, ketujuh BUMN akan intensif menindaklanjuti terkait promosi bersama, cross selling, bundling strategy dan pembuatan produk-produk terkait pariwisata sesuai new normal.

Di samping itu, para pihak juga akan mengkaji kemungkinan pemanfaatan sumber daya perusahaan termasuk anak perusahaan atau perusahaan terafiliasi untuk mendukung berjalannya program strategis ini.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan dan upaya BUMN untuk menjadi penggerak perekonomian.

“Salah satu fungsi BUMN adalah sebagai agent of development sehingga memiliki peranan penting di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN]. Tujuh BUMN ini berkolaborasi untuk menjadi motor penggerak agar sektor pariwisata kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lainnya,” jelas Menteri BUMN.

Direktur Tim Project Management Office (PMO) Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung Edwin Hidayat mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan dampak positif yang luas bagi industri.

“Tujuh BUMN ini berkolaborasi untuk nantinya menjalankan program strategis guna membangun kembali dan menghadirkan dampak positif yang luas pada sektor pariwisata nasional termasuk kolaborasi dengan swasta, UMKM dan stakeholder pariwisata lainnya. Tidak hanya bermanfaat bagi ketujuh BUMN ini, program strategis yang dijalankan juga akan berdampak positif bagi pelaku di industri industri jasa, pariwisata, transportasi, perhotelan, hingga sektor pendukung lainnya.”

“Kolaborasi ini kami yakini dapat membantu meningkatkan kembali minat wisata domestik dan internasional serta membuat seluruh stakeholder pariwisata dapat optimal mengakomodir permintaan pasca-pandemi,” ujar Edwin Hidayat.

Adapun di dalam kesempatan yang sama, tujuh BUMN di sektor Pariwisata dan Pendukung ini juga menandatangani MoU dengan Himpunan Bank Negara (BNI, Mandiri, BTN, BRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk.

Edwin Hidayat menuturkan, “MoU antara tujuh BUMN dengan Himbara dan Telkom ini bertujuan menghadirkan suatu produk untuk peningkatan trafik ke destinasi wisata, menghadirkan loyalty program, melakukan promosi secara optimal, dan menjalankan program CSR antara lain bagi UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Penggunaan platform digital juga akan dilakukan untuk meningkatkan kembali minat wisata.”

Pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung
Adapun proses pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung saat ini masih terus berjalan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, “Holding ini untuk meningkatkan sinergi BUMN-BUMN pada sektor pariwisata dan pendukung serta mengoptimalkan potensi dan peran BUMN”

“Tujuan Holding pariwisata dan pendukung untuk mendorong pelaksanaan inisiatif-inisiatif lintas sektor yang terintegrasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, dan penguatan kemampuan pendanaan di masa depan,” jelas Menteri BUMN

Edwin Hidayat menambahkan saat ini proses pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung masih berlangsung.

“Secara reguler setiap pekannya ketujuh BUMN ini membahas persiapan pembentukan holding secara detail. Kami harapkan holding akan terbentuk pada semester 1 tahun ini,” ujar Edwin Hidayat.

Pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung sendiri akan mewujudkan 5 hal di antara anggota holding guna mendorong percepatan pengembangan sektor pariwisata nasional, yakni:
–      Kemapanan pembiayaan (financing advantage)
–      Strategi pengembangan yang menyeluruh (development strategy aligment)
–     Optimisasi layanan berbagi (optimization shared services)
–    Operasional yang saling mendukung (operation engangement)
–      Sinergi bisnis yang lebih baik (fostering business sinergy)

Kolaborasi 7 BUMN yang ditandai dengan penandatanganan MoU hari ini merupakan upaya membentuk pasar (demand creation) oleh Tim PMO Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, sebagai langkah awal sebelum holding terbentuk.