Kolaborasi Kunci Pemulihan Pariwisata Indonesia

2 minutes

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pariwisata Indonesia. Adanya program vaksinasi yang dijalankan pemerintah Indonesia serta program pengendalian pandemi yang semakin efektif membawa angin segar terhadap perbaikan industri pariwisata di Indonesia.

Langkah strategis perlu dilakukan oleh pelaku pariwisata untuk menyambut era pariwisata pasca pandemi. Kerjasama serta kolaborasi antar stakeholder pariwisata akan mempercepat perbaikan serta membawa kepercayaan masyarakat untuk kembali berwisata.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) selaku pengelola tiga destinasi wisata berbasis cagar budaya mendukung penuh adanya kolaborasi untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata Indonesia.

“Kolaborasi adalah kunci untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata. Bersama kita bangun kepercayaan kepada wisatawan bahwa destinasi aman,” terang Direktur Marketing PT TWC Hetty Herawati dalam webinar Kolaborasi Hexahelix Komunikasi untuk Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Sabtu (27/2/2021).

Dalam webinar yang diadakan oleh Perhumas Indonesia ini dikupas mengenai kolaborasi serta sinergi antara pelaku wisata, pemerintah, akademisi, komunitas, media dan traveler. Tujuan sinergitas ini ialah untuk membangun pariwisata yang menarik minat, mengedukasi dan membentuk perilaku wisatawan.

PT TWC selaku perusahaan BUMN juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, sesama BUMN maupun komunitas.

“Beberapa kolaborasi seperti pertunjukan Sendratari Ramayana daring yang bekerjasama dengan KBRI New Delhi India dan ditonton oleh ratusan ribu viewers dari berbagai negara. Selain itu juga ada Festival Payung Indonesia, Festival Keris Ratu Boko, Prambanan Jazz yang berkonsep hybrid, semua ini dilakukan untuk maintenance awareness costumers,” lanjut Hetty.

Kolaborasi juga telah dilakukan PT TWC sebelum adanya pandemi. Hal ini dilakukan melalui program Twin World Heritage antara Candi Borobudur-Angkor Wat serta Prambanan-Taj Mahal. “Pertukaran informasi dan publikasi diperlukan untuk tetap terhubung dengan internasional,” ungkap Hetty.

PT TWC yang mengelola salah satu destinasi super prioritas Indonesia ini berkomitmen untuk mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Adanya pembatasan pengunjung di saat pandemi ini merubah substansi pariwisata yang biasanya bersifat massal menjadi sakral.

“Banyak hal yang disesuaikan. Dulu kita memiliki paket untuk rombongan, saat ini kita rubah hanya untuk grup-grup kecil yang lebih intim. Pastinya kita ingin menyajikan kekayaan heritage dan sejarah budaya itu dengan presentasi kekinian sehingga bisa menginspirasi pengunjung,” tutupnya.