PT TWC Dukung Sinergitas Program TJSL BUMN Jateng-DIY

3 minutes

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) menjadi tuan rumah pertemuan Forum Komunikasi (Forkom) BUMN Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/2/202). Kegiatan yang bertempat di Ruang Meeting Kompleks Taman Wisata Candi Ratu Boko, Sleman, Yogyakarta ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta dilakukan tes rapid antigen bagi tiap peserta.

Acara dibuka oleh sambutan Direktur Teknik & Infrastruktur PT TWC Mardijono Nugroho. Dalam sambutannya, Mardijono menyampaikan dukungannya pada forum ini. Forum ini dirasa perlu sebagai sinergi antar BUMN untuk ikut berperan dalam memajukan kesejahteraan di kawasan Jateng dan DIY.

“Maksud dan tujuan forum ini untuk saling sinergi antar BUMN maupun dengan pihak pemprov, baik Jateng maupun DIY. Semoga acara ini memberikan berkah dan kesejahteraan pada seluruh stakeholder yang terlibat dan juga masyarakat luas,” ucap Mardijono Nugroho.

Rakor Forkom Provinsi Jateng dan DIY ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Peni Rahayu, Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jateng Ema Rachmawati serta perwakilan BUMN wilayah Jateng DIY, diantaranya PT PTPN IX, PT KIW, PT TWC, Bank Mandiri, PT KAI Daop 4, PT Jasa Marga Regional Jateng, BTN Jateng, Sucofindo, Asabri, PT Pelindo 3, Nindya Karya, Telkom Ritel Yogyakarta, BNI Yogyakarta, Bank BRI Jateng, PT Pegadaian, PT Taspen, PT Kimia Farma dan PT Primissima.

Rakor kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Forkom BUMN Jateng-DIY Tio Handoko. Tio mengajak tiap anggota Forkom untuk aktif serta saling sinergi, khususnya dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk BUMN Untuk Indonesia.

“Kami berharap program CSR kalau bisa per triwulan bisa di share dalam grup. Selain untuk tujuan koordinasi, juga bisa saling dukung dan menyebarkan berita baik ini. Kita mau bentuk corporate image yang baik, terutama di wilayah Jateng dan DIY,” ucapnya.

Selain itu, Direktur PTPN IX ini mendorong agar BUMN berperan aktif terutama dalam bencana alam. Dirinya mengajak anggota Forkom untuk membentuk tim SAR BUMN sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana alam.

“Intensitas bencana di DIY dan Jateng ini agak lumayan tinggi seperti, gunung meletus, banjir, longsor. Tim SAR BUMN ini nanti ketika ada bencana setidaknya ikut tampil juga. Bagi BUMN yang memiliki dokter juga kita harap keikutsertaannya,” lanjutnya.

Sementara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Peni Rahayu mendorong peran BUMN untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial lingkungan. Salah satunya adalah upaya penanaman pohon secara massal di lahan kritis sebagai upaya mencegar terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Pak Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) berkomitmen untuk melakukan penanaman pohon sebanyak 46 juta di tahun ini. Kami merencanakan bagi BUMN paling tidak menanam sekitar 250 ribu pohon. Semisal PT TWC, nanti di Borobudur, Magelang, kita bisa berikan data-data di mana lahan kritis yang memerlukan penanaman pohon,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jateng Ema Rachmawati juga mengingatkan peran BUMN terutama dalam memajukan UMKM di Jawa Tengah. Program ini harus dilakukan dari hulu sampai hilir serta berkelanjutan. Hal ini mengacu pada aturan pemerintah di mana UMKM harus dilibatkan pada pengadaan barang dan jasa di perusahaan.

“Pada UU Cipta Kerja ada aturan di mana 40 persen pengadaan harus dari UKM. Maka itu kami mendorong agar perusahaan, terutama BUMN untuk memperhatikan hal ini. Selain itu, ruang-ruang promosi juga perlu diperluas mengingat jangkauan BUMN juga lebih luas,” tutupnya.