PT TWC RESMIKAN RTLH DI GUNUNGKIDUL

2 minutes

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (17/12/2020). Sebanyak empat RTLH di Ponjong, Karangmojo dan Nglipar Gunungkidul ini menjadi sasaran program unggulan TJSL PT TWC sebagai bentuk implementasi BUMN Untuk Indonesia.

Manager TJSL PT TWC Bambang Sarwo Eddy mengatakan proses pembangunan RTLH merupakan bantuk upaya pelaksanaan tanggung jawab perusahaan untuk ikut serta dalam program pengentasan kemiskinan dan kehidupan yang sehat sesuai SDGs 1&3.

“Harapan kami semoga dengan pembangunan rumah ini dapat meningkatkan taraf hidup keluarga menjadi lebih sejahtera dan bahagia. Kami berpesan agar rumah ini juga dipelihara sebaik mungkin, dipelihara kebersihan dan kenyamanannya, agar menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat,”

Salah satu penerima bantuan, Widodo (47 tahun) berterimakasih atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya ini. “Tentunya rumah menjadi lebih nyaman dari yang dulu. Pasti akan kami tempati sampai tua dan saya rawat dengan semestinya,” terang warga Desa Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul ini.

Setiyono, warga Dusun Trenggono Lor, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, hampir tak pernah membayangkan bisa membangun rumah yang layak untuk keluarganya. Pria yang kesehariannya bekerja di pengolahan batu alam ini tampak bersemangat untuk menyelesaikan pembangunan rumahnya yang dibantu juga oleh beberapa tetangganya.

Rencananya, rumah yang berukuran 7X10 meter ini akan terdiri dari dua kamar tidur dan juga ruang tamu. “Kami tidak pernah membayangkan bisa memiliki rumah seperti ini. Rumah yang nyaman untuk keluarga kami,” Terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungkeris, Nglipar, Rusdi Martono mengatakan program ini sangat bermanfaat bagi warga masyarakat. “Program ini sangat tepat dan bermanfaat sekali bagi keluarga miskin. Semoga program ini bisa terus berlanjut dan menyasar lebih banyak rumah tangga keluarga miskin di berbagai daerah, terutama Gunungkidul,” terangnya.