KUNJUNGAN KEMENPAREKRAF DI KANTOR PUSAT PT TWC

2 minutes

Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Emilia Eny Utari bersama Kepala SPI Widaryanti dan GM TWC Unit Prambanan Aryono Hendro Malyanto menerima kunjungan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) Hengky Manurung di Pendopo Kantor Pusat PT TWC, Jumat (4/12/2020).

Kunjungan delegasi kemenparekraf ini untuk melakukan audiensi terhadap BUMN pariwisata yang ikut terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai menjalankan Program Dana Hibah Pariwisata dalam rangka membantu keberlangsungan ekonomi industri pariwisata.

Program Dana Hibah Pariwisata ini salah satunya adalah Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE). Program ini telah dilaksanakan oleh seluruh destinasi yang berada di bawah PT TWC dengan hasil yang sempurna.

“Sebelumnya kami ucapkan terima kasih pak atas program sertifikasi dari Kemenparekraf. Destinasi kami semua ikut dan mendapat nilai yang memuaskan pak. Bahkan Pak Wishnutama langsung mengucapkan selamat kepada kita melalui akun instagram pribadinya. Ini semua sangat membantu kami dalam menjalankan bisnis di masa pandemi ini.” terang Emilia Eny Utari.

Sementara itu, Hengky Manurung bersama tim berkunjung ke TWC untuk melihat kondisi duniapariwisata secara langsung di lapangan. “Kami ingin melihat secara langsung kondisi objek pariwisata di Prambanan khususnya. Kami juga ingin mendapatkan keterangan-keterangan langsung berkaitan dengan pariwisata ini. Hal ini akan kami jadikan bahan untuk kemudian kami buat formulasi bantuan apa yang bisa kami berikan di tahun depan.” Terang Hengky Manurung.

Sebagai perusahaan pengelola salah satu destinasi super prioritas di Indonesia, PT TWC menerapkan standar protokol yang ketat di masa pandemi ini. Salah satu yang dilakukan adalah pembatasan kuota pengunjung tiap harinya.

“Di Prambanan ini kita 3500, sedangkan di Borobudur 4.000. Pada kondisi normal, kita bisa menampung hampir 11.000 pengunjung. Jadi masa pandemi ini memang berdampak sekali bagi perusahaan. Kami berharap tahun 2021 ini kondisinya akan lebih baik lagi.” Lajut Emilia.

PT TWC berharap dengan situasi pembatasan pengunjung seperti saat ini, ada program revitalisasi dan peningkatan kompetensi dari Kemenparekraf untuk menyiapkan destinasi yang lebih baik di saat kondisi mulai normal kembali. “Mungkin bisa membuat standarisasi dan sertifikasi guide untuk destinasi super prioritas dengan memberikan pelatihan bagi guide yang akan bertugas di kawasan destinasi super prioritas, agar ke depannya bisa melakukan pelayanan yang optimal saat kondisi mulai normal kembali.” ujarnya.