Makna Hiasan Payung Warna Warni di Candi Prambanan

2 minutes

Makna Hiasan Payung Warna Warni di Candi Prambanan, Dirut TWC Edy Setijono ” Meskipun Berbeda – beda, Kita Tetap Satu ”

Musim ramai Lebaran 2018 ini, Taman Wisata Candi Prambanan berhiaskan payung – payung tradisional aneka warna. Payung – payung ini membuat wisata liburan semakin semarak di Candi Prambanan. Banyak wisatawan yang berfoto – foto dengan latar belakang payung – payung ini.

Terkait dengan hiasan payung – payung ini, Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko ( Persero ) Edy Setijono mengatakan bahwa ditahun politik ini, pihaknya menginginkan kebersamaan, kekeluargaan dan toleransi tetap terjalin.

” Kita ingin, memang secara keseluruhan, kalau ditingkat nasional ini khan sedang tahun politik. Tetapi kita ingin kebersamaan, kekeluargaan tetap terjalin seperti tema kita di tahun ini, kita ingin adanya toleransi.” kata Edy Setijono.

Edy Setijono mengatakan bahwa payung – payung ini menunjukkan keberagaman namun tetap satu juga.

” Payung ini kan menggambarkan keteduhan, bahwa semua, meskipun berbeda – beda, tetapi kita tetap satu. Dan kita lihat payungnya ini kita buat dengan sangat warna – warni. Artinya ini juga menunjukkan keberagaman. Dan yang lebih penting lagi tahun ini payung – payung yang kita gunakan itu adalah payung – payung tradisional. Kita ingin menekankan ke-Indonesiaan-nya disini.” tambah Edy Setijono.

“Jadi kekayaan Indonesia itu sebenarnya sangat banyak. Kembali kita mengingat terkait dengan Pancasila ada Bhineka Tunggal Ika, meskipun kita berbeda – beda tetapi tetap satu.Meskipun kita berwarna – warna tetapi kita tetap satu dalam satu kesatuan yang itu akar budayanya adalah akar budaya bangsa Indonesia. ” imbuhnya.

Kedepan, Edy Setijono mengharapkan perencanaan bersama agar semakin baik menghadapi musim – musim liburan.

” Memang ini kita butuh perencanaan bersama. Kita tahu bahwa Candi Prambanan ini adalah magnet utamanya, magnet utama di kawasan pertumbuhan ini. Kita menyebutnya Medang Mataram. Jadi disini banyak sekali tumbuh destinasi – destinasi wisata baru yang kita senang karena itu tumbuh dari masyarakat. Misalnya kita lihat dikoridor keselatan ada Breksi disamping tentunya Keraton Ratu Boko, kemudian ada Candi Ijo. Kearah Timur, ada Candi Plaosan dan kawasannya desa – desa wisata yang sudah mulai tumbuh. Ini perlu dirangkai dalam suatu perencanaan khususnya tentang tata lalu lintas yang lebih baik karena disaat – saat liburan ini dimana volume transportasi itu sangat tinggi, kita perlu koordinasi yang lebih baik. Meskipun alhamdulillah ini sudah kita lakukan, hanya karena volume yang terus meningkat maka kesiapan kitapun setiap tahun harus menjadi lebih baik.” pungkas Edy Setijono.