Kunjungan Menlu RI dan Menlu Thailand ke Borobudur

3 minutes

Kunjungan Menlu RI dan Menlu Thailand ke Borobudur, Ricky SP Siahaan “ Kita Kerjasama Promosi Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan “

Dalam rangka mempromosikan destinasi wisata Candi Borobudur, hari ini Jumat 6 Juli 2018, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak Menlu Thailand Don Pramudwinai berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur. Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ( Persero ) Ricky SP Siahaan mengatakan, Thailand diharapkan menjadi market yang dikejar untuk berkunjung ke Borobudur.

“ Yang paling kita sebenarnya harapkan exchange marketnya, seperti yang tadi bu Menlu katakan. Sebenarnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung kemari ini lebih sedikit daripada orang Indonesia yang berkunjung ke Thailand. Ini perlu sebenarnya kita tingkatkan bagaimana caranya wisatawan dari Thailand itu bisa semakin banyak yang berkunjung datang ke Borobudur, plus juga wisatawan asing yang berkunjung ke Thailand juga sangat banyak, bagaimana ini kita harapkan menjadi market yang kita kejar untuk bisa datang kemari. Caranya seperti yang kita katakan tadi, kita melakukan kerjasama – kerjasama didalam promosi dan didalam meningkatkan kunjungan bersama – sama, kunjungan kesana kita tambah kunjungan kemari juga kita tarik wisatawan dari sana kemari dengan berbagai macam strategi yang kita lakukan untuk itu. “ kata Ricky.

Ricky juga mengharapkan fungsi dari KBRI – KBRI untuk menjadi ujung tombak promosi pariwisata Indonesia.

“ Tadi duta besar Indonesia untuk Thailand juga mengatakan dia sangat welcome, kita akan berkunjung ke sana dan dia akan fasilitasi untuk ketemu, gathering dengan tour operator dan whole seller yang ada di Thailand. KBRI kita yang ada disana akan menjadi ujung tombak didalam promosi daripada destinasi yang ada diIndonesia. Inilah sebenarnya sesuatu yang kita harapkan fungsi daripada KBRI – KBRI kita yang ada diluar negeri itu menjadi mitra strategis didalam promosi selain sebagai tupoksi dari Kementerian Pariwisata yang ofcourse menjadi tugas dari mereka untuk promosi.” Tambahnya.

Ricky juga mengatakan akan berkunjung lebih dulu untuk melihat hal – hal yang akan dikerjasamakan dengan Thailand dan beberapa Negara yang lain untuk membentuk Twin Heritage.

“ Kita berkunjung dulu untuk melihat apa yang bisa kita kerjasamakan dengan heritage – heritage site yang ada disana, tapi untuk kerjasama itu kita perlu payung hukum semacam G to G – nya, MOu – nya diturunkan kepada B to B – nya, seperti halnya dengan India kemarin kita sudah ada payung hukumnya itu adalah MoU antara Menteri Kebudayaan Indonesia dengan Menetri Kebudayaan India. Nah ini kemudian diturunkan B to B – nya antara TWC dengan ASI yang ada di India yaitu antara Taj Mahal dengan Prambanan. Sehingga ini akan menjadi semacam Twin Heritage, dibeberapa Negara yang memiliki World Heritage ini nanti akan kita kerjasamakan menjadi sebuah model dalam kerjasama dengan Negara – Negara yang memiliki World Heritage. Kita katakana Twin Heritage nantinya. Seperti sekarang yang sedang kita bangun dengan Sri Lanka, kita bangun G to G nya kemudian nanti akan turun ke B – to B nya. Kita akan melaksanakan turunan yang daripada G to G dengan India kemarin, kita akan melakukan PKS dengan ASI. ASI itu adalah pengelola Taj Mahal. Jadi kita sudah sepakat draft daripada PKS itu, agreement itu sudah disetujui dengan kedua belah pihak. Tinggal kita menetapkan waktunya nanti bulan Oktober. “ pungkasnya.