TWC Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2018

2 minutes

TWC Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2018, “PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL”

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ( Persero ) menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2018. Upacara dipimpin oleh Direktur Keuangan, SDM dan Investasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ( Persero ) Palwoto.

Dalam amanatnya, Palwoto membacakan sambutan dari Menkominfo Rudiantara. Dalam sambutan tersebut, Persatuan adalah salah satu hal yang disoroti dalam menggapai cita – cita bangsa.

“ Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama: kemerdekaan bangsa. Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-
cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. “

“ Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. “

Lebih lanjut Palwoto ketika membacakan Sambutan Menkominfo juga menyoroti mengenai pembangunan SDM untuk memperkuat pondasi kebangkitan nasional Indonesia di era digital ini.

“ Oleh sebab itu tema “PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya – upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama – sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.”