Kepala PKBL TWC Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan RTLH Mbah Diyem

2 minutes

Bambang Sarwo Eddy, Kepala Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) TWC beserta Kepala Dusun Trenggono, Wonosari Gunungkidul melakukan pencangan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni milik Mbah Diyem. Minggu (20/05/18)

Seperti yang sudah di beritakan TWC Media sebelumnya, rencana Pembangunan rumah tidak layak huni yang dimiliki oleh Mbah Diyem di Desa Trenggono Wonosari, Ginungkidul, team PKBL TWC yang sebelumnya telah melakukan survey kerumah Mbah Diyem pada tanggal 8 Mei 2018 telah memberitahukan bahwa PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) melalui Divisi PKBL TWC berkenan memberi bantuan dengan membangun rumah Mbah Diyem.

Kepala Divisi PKBL TWC Bambang Sarwo Eddy dalam sambuatannya mengatakan kepada mbah Diyem dan keluarga serta Perangkat Desa dan Pak Edi Sumanto bahwa TWC menyetujui proposal yang diajukan, program ini merupakan salah satu dari 7 sektor sesuai Permen yaitu Program Sosial Kemasyarakatan dalam wujud Pembangunan Rumah layak huni, hari ini sungguh suatu kehormatan bahwa adanya undangan untuk melakukan Prosesi diberikan kepada TWC terlepas dari bantuan yang telah diberikan.

Alhamdulilah semoga saat bulan Ramadhan bulan Penuh Berkah Rahmat dan Ampunan pembangunan dimulai, karena apa yang terjadi besok tergantung apa yang telah kita lakukan sekarang, semoga upaya bapak dan ibu yang telah memberikan andil dapat memberikan “Arti” bagi keluarga Mbah Diyem khususnya dan masyarakat dusun Trenggono umumnya.

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni yang dipimpin langsung oleh Similan Dukuh Trenggono pada minggu 20 Mei 2018 telah melakukan pencanangan peletakan batu pertama. Peletakan batu Pertama dilakukan oleh Sesepuh Dusun Trenggono Bp. Puji Kasinun. “Pembangunan dilakukan pada hari Minggu Kliwon sesuai dengan perhitungan Jawa, penentuan ini hari dilakukan agar proses pembangunan rumah untuk tempat tinggal lancar tak ada aral melintang”. kata Sesepuh Puji Kasinun.

Sementara itu proses pembangunan Rumah akan memakan waktu ± 15 Hari mulai dari peletakan batu pertama sebagai pundasi rumah hingga rumah bisa di tempati. Rumah mbah Diyem berukuran 6×9 dan ini lebih besar dari RTLH yang telah di bangun sebelum-sebelumnya dan diperkirakan pembangunan selesai pada tanggal 5 Juni 2018, untuk sementara Mbah Diyem beserta cucunya sewaktu proses pembangunan rumah akan bertempat tinggal di rumah salah satu cucunya yang tidak jauh dari rumah Mbah Diyem.