Mitra binaan PKBL TWC Tampil Dalam Pameran Adiwastra Nusantara 2018

3 minutes

Adiwastra Nusantara 2018 event pameran setiap tahun hadir kembali memberikan nuansa baru di dunia kreasi perajin Wastra Adati Nusantara dan kalangan UMKM

Adiwastra Nusantara merupakan salah satu pameran berskala besar tentang kain Adati Nusantara yang secara konsisten dan berkelanjutan dipertahankan kehadirannya setiap tahun. Pameran ini di gelar di Hall A dan B Jakarya Convention Center pada 11-15 April 2018.

Pameran ini menjadi ajang bagi produsen, perajin, dan perancang kain adati untuk menggelar karya-karya terbaiknya setiap tahun, hal inilah yang ditunggu-tunggu oleh para penikmat dan pencinta kain adati serta masyarakat luas yang semakin menggermari kain tradisional Indonesia.

Pameran ini secara konsisten berupaya mengembangkan potensi tekstil tradisional dalam perekonomian Nasional dan mengangkat pesona Indonesia secara Internasional. Untuk itu Adiwastra Nusantara 2018 bertemakan “Nuansa Kekinian Dalam Balutan Wastra Adati Nusantara”.

Lebih dari 400 gerai perajin dan perancang wastra hadir dalam pameran akbar Wastra Adati Nusantara yang ke 11 ini, PT.TWC tidak melewatkan kesempatan dan kembali berpartisipasi salah satunya menghadirkan Mitra Binaan yang telah banyak memproduksi kain batik dengan berbagai motif dan corak seperti Motif: Parang, Teruntum, Pacar wutah, Lereng, Sidomukti, Sidoluhur, SekarJagat, Beras wutah dll.

Setelah 4 hari berlangsungnya Pameran yg dimulai dari tgl. 11-15 April 2018 di Hall A dan B Jakarta Convention Center, hari ini dilangsungkan pengumuman Pemenang hasil lomba Selendang Indonesia 2018 dengan tema “Fusion Selendang Batik dan Tenun” terdiri dari kategori : Tenun Sutera, Tenun Katun, Batik Sutera dan Batik Katun dan Pameran dan Pameran sekaligus ditutup secara resmi oleh Ketua Bekraf – Triawan Munaf.

Manager PKBL TWC – Bambang Sarwo Eddy mengatakan “Event Adiwastra telah sering diikuti tahun ini yang ke 11, ini merupakan Program Pembinaan bagi UMKM binaan TWC, Adiwastra Nusantara dari tahun ketahun memberikan kesempatan kepada Perajin untuk berkreasi menciptakan karya Baru atau Adi karya sesuai tema kali ini Nuansa Kekinian dalam balutan Wastra Adati Nusantara dan baru saja diumumkan pemenang lomba selendang dimana tema yang diangkat Selendang Tenun dan selendang Batik Zaman Now, saya pikir ada semacam perubahan dalam menciptakan sebuah karya disesuaikan dengan zamannya, karya klasik seperti Parang tetap dipertahankan berjalan pararel dengan munculnya corak Jahe-jahenan”.
Saat penutupan juga dikatakan oleh Ketua Bekraf bahwa animo masyarakat besar utk datang melihat Acara ini” demikian Bambang Sarwo Eddy menutup wawancara.

Selain itu mitra Binaan TWC – Saeful Ghofur perajin Batik Tulis Prambanan mengatakan “Alhamdulillah sy bersyukur pada Allah dan mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada PT.Taman yg telah membina selama ini, animo masyarakat besar tampak dari pengunjung yang tidak putus-putus dari tadi ada satu dua yg beli dan harapan kita ada pembeli yang berkelanjutan kemarin sudah ada beberapa pengusaha yang memborong karena produk kita unique, otentik dan kita berani menjamin keaslian, ini tulis ini warna alam dan mereka ambil dan meninggalkan nomor kontak dan hubungan berlanjut kedepan”.

Mengantisipasi maraknya persaingan sejenis, Ghofur dengan tegas menyampaikan “Kita akan komitment dengan batik tradisional dengan pengerjaan tradisional supaya kebudayaan Adiluhur Adiluhung bangsa tidak hilang, kita akan nguri-nguri budaya kita jadi tetap motif Tradisional dan akan mengerjakan warna kekinian mungkin warna batik coklat nanti akan muncul merah muncul biru muda dll”. Sambil mengambil contoh kain batik tulis kombinasi merah maroon dan merah muda Ghofur menerangkan warna tradisional batik bermotif sekar jagat dengan simbol kasih sayang ini sudah Kekinian. Ghofur mengambil contoh lain yaitu Batik Tradisional dengan nama Batik Sogan dimana Tradisional motifnya tradisional pengerjaannya. Harapannya pasca pameran ada order dan kepada PT.Taman agar tidak putus dalam membina agar kita tetap berkarya” tukas Ghofur.