Ramayana Ballet Prambanan

Cerita Ramayana berdasarkan epos Hindu diadaptasi dengan budaya Jawa membuat Sendratari Ramayana menjadi tarian yang unik. Lebih dari 200 penari profesional dan musisi lokal berpartisipasi dalam Sendratari Ramayana yang bertempat di panggung terbuka dengan Candi Prambanan sebagai latar belakang. Sendratari Ramayana juga diceritakan di relief pada Candi Siwa.

Sendratari Ramayana bercerita tentang hubungan antar manusia, cerita tentang istri raja, Raja, saudara Raja, dan pelayan Raja. Dewa-dewa, raksasa, kera, dan bidadari juga mengambil peran dalam cerita yang diwarnai asmara dan pertarungan.

Kisah Ramayana

Pembuka
Prabu Janaka, Raja kerajaan Mantili memiliki putri bernama Dewi Shinta. Sebuah sayembara diadakan raja untuk mencari calon suami untuk Dewi Shinta. Pangeran dari kerajaan Ayodya Raden Rama Wijaya, memenangkan sayembara tersebut. Sementara itu Prabu Rahwana, pemimpin kerajaan Alengka juga ingin menikahi Dewi Shinta. Rahwana percaya bahwa Shinta adalah reinkarnasi dari Widowati, seseorang yang telah lama ia inginkan.

Hutan Dandaka.

Rama dan Shinta ditemani Lakshmana sedang berjalan di hutan Dandaka. Di sana Rahwana diam-diam mengamati Shinta dan ingin mendapatkannya. Rahwana memerintah salah satu pengikutnya untuk menjadi Kijang Kencana untuk menarik perhatian Shinta. Shinta yang tertarik kepada Kijang Kencana kemudian meminta Rama untuk menangkap kijang tersebut. Rama kemudian meninggalkan Lakshmana dan Shinta untuk memburu Kijang Kencana. Lama tak kembali, Shinta khawatir dan mengutus Lakshmana untuk menyusul Rama. Lakshmana kemudian menggambar lingkaran ajaib disekitar Shinta untuk melindunginya. Rahwana kemudian mencoba menculik Shinta setelah ia ditinggal sendirian, namun gagal karena lingkaran ajaib tersebut. Rahwana kemudian berubah menjadi seorang pengemis tua, Shinta yang merasa kasihan keluar dari lingkaran untuk menolong pengemis tersebut. Setelah Shinta keluar dari lingkaran, Rahwana kemudian menculik Shinta dan membawanya ke Alengka.

Menangkap Kijang Kencana.
Rama memanah kijang dengan panah ajaibnya, namun si kijang berubah menjadi seorang Raksasa (Marica). Pertarungan terjadi antara Rama dan Marica, Rama mengalahkan Marica dengan tembakan panah. Setelah itu Lakshmana kemudian meminta Rama untuk kembali ke tempat Shinta.

Penculikan Shinta

Dalam perjalanannya ke Alengka, Rahwana bertemu seekor burung bernama Jatayu. Jatayu mengenali Shinta sebagai putri Prabu Janaka kemudian berusaha membebaskannya, namun ia dikalahkan oleh Rahwana. Sementara itu Rama yang baru sadar bahwa Shinta telah hilang bertemu dengan Jatayu yang terluka. Rama yang marah mengira Jatayu yang menculik Shinta dan berusaha membunuhnya, namun dicegah oleh Lakshmana. Jatayu kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan mati. Beberapa saat kemudian, seekor kera putih bernama Hanuman datang. Hanuman diutus oleh pamannya Sugriwa untuk mencari bantuan agar dapat membunuh Subali. Subali adalah orang yang menculik Dewi Tara, wanita kesayangan Sugriwa. Rama kemudian memutuskan untuk membantu Hanuman melawan Subali.

Gua Kiskendo 
Sugriwa sampai di Gua Kiskendo dengan bantuan Rama. Sugriwa kemudian mengalahkan Subali dan menyelamatkan Dewi Tara. Sebagai ucapan terima kasih, Sugriwa membantu Rama untuk mencari Sinta dengan mengirimkan Hanuman sebagai utusan menuju kerajaan Alengka.

Taman Argasoka
Keponakan Rahwana, Trijata bertugas menemani dan menenangkan Shinta di taman. Rahwana meminta Shinta untuk menjadi istrinya, namun Shinta selalu menolak. Rahwana marah sampain ingin membunuh Shinta, namun ia selalu dicegah oleh Trijata. Shinta kemudian mendengar nyanyian yang berasal dari Hanuman. Hanuman memberi tahu Shinta bahwa ia diutus oleh Rama untuk menolongnya. Hanuman kemudian merusak taman Alengka. Indrajid, anak dari Rahawana menangkap Hanuman. Kumbakarna yang berusaha menolong Hanuman malah diusir keluar kerajaan. Hanuman yang divonis untuk dibakar hidup-hidup kemudian membakar istana Alengka bersama tubuhnya yang terbakar.

Jembatan Rama
Setelah mengutus Hanuman, Rama beserta pasukan kera membangun jembatan menuju Alengka. Setelah jembatan itu jadi Hanuman kembali dan memberikan kabar tentang kekuatan pasukan Alengka. Rama kemudian memberikan perintah kepada Hanuman, Hanggada, Hanila, dan Jambawan untuk menyerang Alengka.

Perang Besar
Perang Besar terjadi antara pasukan raksasa Alengka dengan pasukan kera Rama. Dalam pertarungan ini, Indrajid terbunuh oleh Lakshmana, Kumbakarna, adik Rahwana juga terbunuh. Rahwana kemudian terbunuh oleh panah Rama dan Gunung Sumawana yang dilempar oleh Hanuman.

Pertemuan Rama dan Shinta
Setelah kekalahan Rahwana, Shinta akhirnya bertemu kembali dengan Rama. Namun Rama menolak kembalinya Shinta karena khawatir ia sudah tidak suci lagi. Untuk membuktikan kesuciannya, Shinta membakar dirinya sendiri. Dengan bantuan dari dewa api, Shinta selamat dari luka bakar. Pembuktian Shinta membuat Rama bahagia dan menerima Shinta kembali.

 

Jadwal pertunjukan panggung terbuka mulai pukul 19.30 hingga 21.30 tergantung cuaca.

 

Jadwal Panggung Tri Murti :

JANUARY 2018 2, 4, 6, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 23, 25, 27, 30
FEBRUARY 2018 1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 17, 20, 22, 24, 27
MARCH 2018 1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 17, 20, 22, 24, 27, 29, 31
APRIL 2018 3, 5, 7, 10, 12, 14, 17, 19, 21, 24, 26, 28
NOVEMBER 2018 1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 17, 20, 22, 24, 27, 29
DESEMBER 2018 1, 4, 6, 8, 11, 13, 15, 18, 20, 22, 25, 27, 29

Jadwal Panggung Terbuka :

MAY 2018 1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, [25], [26], [27], [28], 29, 31
JUNE 2018 2, 5, 7, 9, 12, 14, {16}, {17}, {18}, {19}, {20}, {21}, [22], [23], [24], [25], 26, 28, 30
JULY 2018 3, 5, 7, 10, 12, 14, 17, 19, 21, 24, 26, [27], [28], [29], [30], 31
AUGUST 2018 1, 2, 4, 7, 8, 9, 11, 14, 15, 16, 18, 21, 22, 23, [24], [25], [26], [27], 28, 29, 30
SEPTEMBER 2018 1, 4, 6, 8, 11, 13, 15, 18, 20, [21], [22], [23], [24], 25, 27, 29
OCTOBER 2018 2, 4, 6, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 23, 25, [26], [27], [28], [29], 30
 NB [….] EPISODIC
Episode 1 : Hilangnya Dewi Sita
Episode 2 : Hanoman si Pembawa Pesan
Episode 3 : Matinya Kumbakarna
Episode 4 : Api Suci Dewi Sita
{…..} Spesial Idul Fitri