Rangkul Warga Rintis Budidaya Kopi Borobudur, TWCB Serahkan Bantuan Peralatan dan Bibit Kopi

Kepedulian Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar menjadi sebuah tanggungjawab perusahaan yang harus dilaksanakan. TWCB ingin maju bersama masyarakat mengembangkan potensi wisata yang ada di sekitar Candi Borobudur. Salahsatunya potensi Kopi di Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur. Melihat potensi Kopi yang dimiliki daerah tersebut, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) melalui TWCB melakukan pendampingan untuk mengangkat potensi tersebut.
Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Magelang merangkul warga Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi untuk merintis budidaya kopi Borobudur pada tahun 2016 silam. Kerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DPTPPK) Kabupaten Magelang diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan budidaya kopi bagi warga Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur. Hal ini dimaksudkan agar warga mendapatkan pengetahuan mengenai budidaya dan pengolahan kopi dari ahli perkopian DPTPPK Kabupaten Magelang, sehingga ke depan diharapkan warga bisa mengelola kopi dengan lebih baik.
"Komitmen kami adalah membantu lingkungan untuk maju, salah satunya dengan pelatihan-pelatihan seperti ini. Di sini ada potensi kopi, kami berharap warga dapat menghasilkan kopi berkualitas yang nantinya bisa menjadi icon Kopi Borobudur," kata General Manager TWCB, Chrisnamurti Adiningrum.
Ia mengatakan Dusun Kerug Batur kaya dengan hasil bumi berupa Kopi, namun selama ini warga hanya menjual kopi mentah kepada konsumen. Untuk itu TWCB merangkul warga, memberikan pendampingan sehingga warga dapat meningkatkan nilai jual kopi dengan pengolahan yang tepat. Selain kopi, dusun ini juga memiliki potensi wisata alam yang mengagumkan yaitu Punthuk Gajah Mungkur.
Dan pada hari ini, 29 Januari 2018, TWCB kembali memberikan dukungan kepada warga Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur dengan menyerahkan bantuan peralatan dan bibit Kopi. Bantuan yang diberikan diantaranya Mesin Roasting (Alat Penggoreng Kopi), Grider (Alat Penggilingan Kopi), Kattel Hario (Alat Perebus Kopi), France Press (Alat Pengujian Kopi), Coffee Driper, Paper Filter, dan seribu batang bibit Kopi Robusta. 
General Manager TWCB, Chrisnamurti Adiningrum turut merasakan kebahagiaan bahwa TWC bisa memberikan bantuan ini kepada warga Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur.
“Kami percaya, Kades Majaksingi dan jajarannya dapat memanfaatkan bantuan kami ini dengan baik. Harapan kita semua, bahwa dengan adanya bantuan dan kepedulian kami ini, dapat semakin memajukan dan menumbuhkembangkan potensi wisata Kopi di Kerug Batur ini. Mudah-mudahan kedepan disini juga ada semacam Kedai Kopi, jadi wisatawan bisa berwisata Kopi, duduk bersantai menikmati Kopi dan snack, bahkan mengetahui secara langsung proses pembuatan Kopi. Masih banyak kesempatan untuk mengembangkan wisata Kerug Batur ini untuk lebih maju dan berkembang kedepannya”, kata Chrisnamurti Adiningrum.
Sementara itu, Kades Majaksingi, B. Budiyono menyampaikan ucapan terimakasih kepada TWC khususnya TWCB atas bantuan dan pendampingannya selama ini. 
“Saya mewakili warga masyarakat Majaksingi khususnya Dusun Kerug Batur, mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kepedulian dari TWC selama ini. Mulai dari pendampingan, pelatihan-pelatihan dan bantuan peralatan pengolah Kopi dan bibit Kopi yang diberikan pada hari ini. Tentunya menjadi sebuah kebahagiaan bagi kami sekaligus memotivasi kami untuk mengembangkan wisata Kopi Kerug Batur lebih baik lagi. Dan alhamdulilah, Kopi Kerug Batur sudah banyak peminatnya”, kata Budiyono.