Pameran Hari Lahir Pancasila di Taman Wisata Candi Borobudur

Pancasila sebagai pandangan hidup (falsafah), dasar negara (ideologi), dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi sendi kehidupan dan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Lahirnya Pancasila merupakan buah dari pemikiran pemimpin bangsa dalam rangka mewujudkan cita-cita dan tujuan yang dimimpikan oleh seluruh bangsa Indonesia. Salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi bangsa adalah melalui peningkatan pengetahuan tentang sejarah lahirnya dasar negara ini di masa lalu.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-72, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur dan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) menyelenggarakan pameran sekaligus sarasehan terkait Kelahiran Pancasila sebagai dasar negara pada tahun 1945. Pameran ini menampilkan berbagai arsip menarik dan memiliki nilai historis yang tinggi seperti dokumen tentang persidangan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Dokuritzu Zyumbi Tyoosakai, teks pidato Soekarno tentang Pancasila, penyusunan konsep Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, persidangan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 dan memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pameran dilaksanakan 10-24 Agustus 2017 bertempat di Pintu Masuk (Maingate) Taman Wisata Candi Borobudur. Sarasehan dilaksanakan 10 Agustus 2017 bertempat di ruang Audio Visual Taman Wisata Candi Borobudur, menghadirkan narasumber Direktur Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Dra. Triana Wulandari, M.Si. Pameran ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia.

Melalui Kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa mengetahui perjuangan para pendahulu-pendahulu kita dalam berjuang untuk merumuskan pandangan hidup (falsafah), dasar negara (ideologi), dan alat pemersatu bangsa Indonesia melalui dokumen-dokumen asli yang tercatat dalam naskah-naskah notula Pancasila dan arsip foto lama.

Seperti disampaikan Direktur Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Dra. Triana Wulandari, M.Si dalam sambutannya, “Ini adalah pameran yang luar biasa, notulis asli, dokumen-dokumen asli pada Sidang BPUPKI untuk pertamakalinya bias dipublish dan dinikmati oleh masyarakat. Pameran ini menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung. Pengunjung bisa mengetahui proses story line Sidang BPUPKI untuk merumuskan Pancasila”, kata Triana.

Beliau juga menambahkan bahwa relief-relief Candi Borobudur menggambarkan nilai-nilai kehidupan, nilai-nilai keluhuran dan nilai-nilai keteladanan. Sehingga Candi Borobudur juga diharapkan menjadi sumber inspirasi sebagai tempat belajar tentang nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi tuntunan bagi siswa-siswi generasi muda Bangsa Indonesia, sekaligus sebagai penguatan karakter Cinta Tanah Air dan membentuk jati diri bangsa. Taman Wisata Candi Borobudur turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Pengunjung Candi Borobudur dapat menikmati Pameran Hari Lahir Pancasila ini sebelum berkunjung ke Candi Borobudur.