Delegasi Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik bidang Pariwisata Superprioritas dengan melakukan rapat kerja bersama di Ruang Awadhana, Manohara Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/3/2021).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih yang bertindak sebagai pemimpin rombongan mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk melihat perkembangan destinasi dan kawasan Borobudur yang ditetapkan sebagai destinasi superprioritas.

“Kami ingin melihat secara langsung perkembangan dari pembangunan di Borobudur. Komisi X DPR RI sekarang hadir untuk memastikan bahwa ada perubahan yang lebih baik akibat dari proses yang terjadi di Borobudur saat ini,” ungkap Abdul Fikri Faqih saat membuka acara ini.

Menurut legislator dapil Jateng IX ini, pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Saat pandemi, pariwisata Indonesia pun tersungkur dan menjadi salah satu sektor yang paling berat menanggung akibat.

“Pasca pandemi ada budaya baru yaitu normal baru. Kenormalan baru harusnya sudah berjalan di sini. Melalui hal ini, pariwisata bisa segera bangkit secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengatakan bahwa progres pelaksanaan pengembangan kawasan Borobudur sudah bisa dilihat hasilnya saat ini. Hal ini sesuai dengan apa yang telah direncanakan bersama seluruh stakeholder untuk pengembangan Borobudur.

“Kita bisa melihat seperti infrastruktur yang dikembangkan Kementerian PUPR masuk ke desa-desa dan memberikan akses kemudahan dan mendukung penyebaran wisatawan. Kami di Kementerian BUMN membangun Balkondes, fokus ekonomi pedesaan melalui partisipasi institusi desa melalui BUMDES untuk mengembangkan ini. Kemenparekraf telah melakukan upaya promosi desa wisat. Paling tidak ekonomi bisa tumbuh, tidak hanya di dalam kawasan candi. Beberapa jalur utama sudah muncul bisnis baru yang melibatkan masyarakat langsung,” terangnya.

PT TWC selaku pengelola kawasan zona II di Candi Borobudur berharap agar momentum pandemi ini bisa mempererat hubungan antar stakeholder untuk mendukung pengembangan pariwisata, terutama saat situasi kembali normal.

“Kami dari PT TWC sangat yakin dengan kolaborasi kita semua. Target pemerintah untuk memajukan Borobudur bisa berjalan, meskipun terhambat karena pandemi. Ledakan kunjungan akan terjadi di tahun 2023. Momentum ini sebaiknya kita persiapkan. Melalui kolaborasi, dua tahun ini bisa termanfaatkan dengan maksimal,” tutupnya.