Belasan umat Buddha mengikuti upacara Mandala Puja Borobudur di area utama Candi Borobudur, Jumat (26/2/2021). Upacara yang berlansung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pada upaya menjadikan Borobudur sebagai situs ziarah umat Buddha sedunia.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bhante Ditthisampanno yang memimpin jalannya kebaktian Mandala Puja Borobudur ini. “Kegiatan ini merupakan kegiatan awal yang kita lakukan untuk menyambut dan mendukung Candi Borobudur sebagai salah satu tempat peribadatan umat Buddha seluruh dunia,” ucapnya.

Kepala Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia ini juga meminta pada pengelola, baik Balai Konservasi Borobudur maupun PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) sebagai pengelola zona II untuk memfasilitasi umat Buddha yang ingin melaksanakan kebaktian di Candi Borobudur. Pihaknya juga bersedia untuk bekerjasama menyusun tatacara ziarah yang benar di Candi Borobudur.

“Untuk ziarah tidak di atas candi. Kami menghormati candi sebagai situs spiritual. Hanya Pradaksina mengelilingi candi saja. Mungkin kami bisa difasilitasi satu area yang tidak mengganggu pengunjung candi,” lanjutnya.

Rombongan doa bersama Mandala Puja Borobudur kali ini berasal dari akademisi Sekolah Tinggi Agama Buddha di Jawa Tengah. Ritual doa bersama diawali dengan melantunkan pujian Parita Suci. Selanjutnya, dengan berbaris mereka menuju Candi Borobudur untuk melakukan Pradaksina atau mengelilingi candi searah jarum jam sebanyak tiga kali putaran.

Sementara itu, PT TWC selaku pengelola zona II kawasan Candi Borobudur mendukung penuh ritual keagamaan ini.

“Kami sangat mendukung sekali. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,” ucap General Manager PT TWC Unit Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana.

Seperti diketahui, PT TWC telah banyak menyelenggarakan acara yang turut melibatkan umat Buddha, baik di Indonesia maupun dari luar negeri.

“Sebelum inipun, kami bersama BKB telah banyak terlibat dalam prosesi seperti Waisak dan prosesi keagamaan lainnya. Kami sangat mendukung. Kami juga berharap, setelah ritual selesai, peserta bisa mengunjungi fasilitas-fasilitas yang ada di TWC Borobudur, seperti museum, Bukit Dagi, Manohara Resto dan lainnya,” tutup Putu.