PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menyalurkan dana hibah sebesar 150 juta rupiah kepada tiga kelompok mahasiswa yang berasal dari UGM dan UNY, Selasa (17/11/2020). Dana bantuan modal usaha ini merupakan wujud dukungan PT TWC atas pengembangan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa di Yogyakarta.

Acara penyerahan pemenang program ‘Mahasiswa Innovative’ yang berlangsung di Plashopia Cafe, Warungboto, Yogyakarta ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Perusahaan PT TWC Emilia Eny Utari, Kepala SPI PT TWC Widaryanti, Manager PKBL PT TWC Bambang Sarwo Eddy, Kepala Seksi Pengembangan Kewirausahaan UGM Supriani dan Dosen Pembimbing Kewirausahaan UNY Adeng Pustikaningsih.

Program ini merupakan salah satu program unggulan PKBL PT TWC guna mendukung pengembangan potensi wirausaha pada mahasiswa khususnya di Yogyakarta. Program yang baru berjalan ini diwujudkan dengan menyaring bakat mahasiswa dari universitas yang ada di Yogyakarta.

“Ini pertama kali kami melakukan kerjasama dengan universitas khususnya untuk program mahasiswa inovatif. Ke depan, setelah pandemi usai, kita tidak hanya melakukan sekecil ini. Kita akan lakukan lebih besar dan kompleks lagi agar bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi bagi mahasiswa. Hal ini pun sesuai dengan anjuran pemerintah Indonesia dalam mewujudkan lebih banyak lagi entrepreneur di masa mendatang.” Terang Sekretaris Perusahaan PT TWC Emilia Eny Utari dalam sambutannya.

Sejalan dengan itu, pihak kampus juga sangat mendukung program ini. Program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dirasa perlu sehingga mereka dapat mandiri setelah menjadi sarjana. “Mohon dampingannya agar mahasiswa kami juga bisa mengembangankan usahanya. Kami berharap melalui program ini, mahasiswa saat lulus nanti tidak hanya bisa mandiri dengan usahanya namun juga membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar.” Tutur Kepala Seksi Pengembangan Kewirausahaan UGM Supriani

Pada program pertama kali ini, dua usulan usaha dari mahasiswa UGM (Minofarm dan Kheisia) serta satu kelompok mahasiswa UNY (Plashopia Cafe) berhasil mendapatkan dana hibah masing-masing sejumlah 50 juta rupiah. Dana ini akan menjadi modal usaha yang telah direncanakan sebelumnya.

“Dari semester 2 (sekarang semester 7), saya pribadi ingin punya rumah singgah yang nyaman sekedar untuk orang-orang cerita. Maka kami mengusulkan untuk membuat cafe ini,” terang ketua kelompok usaha Plashopia Cafe, Satria Yudhistira.

Pada kegiatan ini, PT TWC juga meresmikan pembukaan Plashopia Cafe. Kedai yang menjajakan aneka menu kopi dengan beragam racikan ini berlokasi di daerah Glagahsari, Warungboto, Yogyakarta.

“Kami patut berbangga, karena salah satu kelompok penerima hibah sudah bisa langsung berjalan. Tentunya dengan semangat yang tinggi kita bisa wujudkan apa yang kita inginkan. Masa pandemi, jangan jadikan kita tidak bisa berkreasi sama sekali. Kita harus bisa melakukan berbagai macam hal yang positif. Dengan karya kita, dengan jiwa kewirausahaan kita akan bangkit.” Tambah Emilia.

Salah satu anggota kelompok pemenang lainnya, Ahmad Arifullah mengatakan bahwa program ini bisa mengasah kemampuan dan bakat mahasiswa dalam berwirausaha. “Sangat bagus mengembangkan karakter mahasiswa yang memang berminat untuk berwirausaha. Program ini rekomendasi banget, karena bisa merealisasikan ide bisnis yang ada di otak kita.” Ujar mahasiswa Fakultas Peternakan angkatan 2017 yang mengangkat bisnis peternakan kelinci bersama empat temannya ini.

Mengembangkan bakat merupakan salah satu alasan mengapa mahasiswa mengambil jalan untuk berwirausaha. Agnes, Mahasiswa Filsafat UGM angkatan 2017 mengaku mengikuti program Mahasiswa Innovative ini untuk mengembangkan bakat dirinya dalam bidang kerajinan kayu.

“Latar belakang orangtua saya memang pengrajin kayu. Di desa asal saya juga merupakan desa kerajinan. Saya ingin mengembangkan kerajinan ini menjadi sebuah produk dengan nilai jual tinggi. Kami akan berdayakan limbah-limbah kayu di sekitar dan kami jadikan kerajinan yang unik dengan ukiran yang kami ambil dari beragam daerah di Indonesia.” Terang Agnes yang bersama dua temannya menjalankan produknya Keishia ini.

Sementara itu, Manager PKBL PT TWC Bambang Sarwo Eddy menambahkan bahwa program ini akan menyasar peserta yang lebih luas lagi. Selain itu, program Mahasiswa Innovative inipun akan makin berkembang dengan melibatkan universitas-universitas lain di Yogyakarta.

“Ternyata banyak mahasiswa yg punya kemampuan untuk mengembangkan wirausaha, namun terbatasi modal. Di sini peran PT TWC melalui PKBL mencoba untuk menjembatani masalah itu. Kami hadir untuk menjadi mitra kampus dan mahasiswa dalam mengasah bakat entrepreneur ini. Ke depan, kami juga tertarik untuk mengembangkan program serupa dengan sasaran anak SMK. Mereka sudah punya kemampuan yang baik, tinggal bagaimana mengembangkan ini agar mereka bisa mandiri.” Tutupnya.