Industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dan seluruh dunia ikut terpukul akibat pandemi Covid-19  ini. Liburan kini jadi sesuatu yang didambakan bagi tiap orang di belahan dunia manapun. Banyak orang merindukan berwisata dan menikmati pemandangan yang indah serta suasana yang berbeda tanpa khawatir adanya pandemi.

Guna mensiasati kondisi ini, banyak destinasi wisata mengadakan virtual tur. Melalui sosial media yang mereka kelola, tur secara virtual ini bisa mengobati kerinduan netizen untuk berwisata meski hanya lewat layar gawai masing-masing.

Berwisata secara virtual menjadikan pengalaman yang berkesan, di mana wisatawan diajak berkeliling secara pribadi untuk menikmati sebuah destinasi wisata. Selain tetap aman dan terhindar dari risiko penyebaran pandemi COVID-19, hal ini juga memberikan euforia baru dalam berwisata dalam era digital dengan kecanggihan teknologi.

KBRI Tokyo bekerjasama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) dan Balai Konservasi Borobudur mengadakan Virtual Tur ke Candi Borobudur, Sabtu (17/10/2020). Acara yang langsung disiarkan melalui aplikasi media sosial Instagram ini juga didukung penuh oleh Balai Konservasi Borobudur.

Kegiatan ini bertujuan untk mengenalkan Candi Borobudur kepada warga Jepang. “Virtual tur ini merupakan agenda kami untuk mempromosikan Candi Borobudur kepada market Jepang. Tur kali ini juga memakai bahasa Jepang, sehingga warga Jepang bisa langsung menikmati tur. Semoga dengan virtual tur kali ini bisa mengobati rindu warga Jepang untuk berkunjung ke Candi Borobudur secara langsung.” Terang Sekretaris Perusahaan PT TWC Emilia Eny Utari dalam sambutan pembuka kegiatan kali virtual tur ini.

Virtual Tur Candi Borobudur yang disiarkan langsung melalui akun media sosial Instagram KBRI Tokyo ini ditonton hampir 2700 netizen. Selain itu, sepuluh warga Jepang secara langsung menyaksikan virtual tur dari kantor KBRI Jepang. Mereka dapat langsung berinteraksi dengan pemandu wisata yang berada langsung di Candi Borobudur.

Pemandu wisata yang secara langsung menggunakan bahasa Jepang ini menjelaskan mulai dari asal-usul Candi Borobudur hingga beberapa relief seperti relief Kharmawibangga dan Lalitavistara. Pemandu juga menjelaskan keberadaan beberapa Gunung yang mengitari kawasan Borobudur serta juga keberadaan Pohon Bodi yang daunnya menyerupai bentuk Candi Borobudur.

Wakil KBRI Tokyo Meinarti Fauzie menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah fektif dalam mengenalkan kesiapan destinasi pariwisata nasional dalam menyambut wisatawan mancanegara saat pandemi usai.

“Virtual tur ini menjadi bagian dalam pengenalan destinasi Borobudur sebagai salah satu dalam 10 kawasan superprioritas Indonesia yang kehadirannya bisa menjadi magnet wisman, terutama dari Jepang. Harapannya, melalui virtual tur ini, masyarakat Jepang bisa lebih mengenal dan melihat langsung kesiapan pengelola candi dalam menerima kunjungan wisman, setelah pandemi.” Ucapnya.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan bahwa pariwisata menjadi salah satu industri yang bisa cepat pulih. Hal ini didorong oleh masa karantina yang menyebabkan gerak wisata menjadi terhambat. Oleh karena itu, upaya promosi harus gencar dilakukan untuk menangkap peluang recovery ini.

“Langkah-langkah terobosan perlu dilakukan terutama di platform media sosial. Konten publikasi perlu digencarkan agar atraktif dan efektif. Kita juga harus membangun kepercayaan wisatawan untuk berkunjung. Hal ini menjadi prioritas utama. Kita tekankan kepada mereka bahwa destinasi ini adalah destinasi yang aman dikunjungi. Itu fokus utama kita. Selanjutnya, bagaimana mengkomunikasikannya kepada publik.” Terangnya.