PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) melakukan berbagai
persiapan untuk simulasi pre operasional di kawasan Taman Wisata Candi (TWC). Berbagai persiapan
ini dilaksanakan untuk penerapan standar “New Normal” Pariwisata di Indonesia yang telah digiatkan
oleh Pemerintah.

Persiapan yang dilakukan meliputi sisi pelayanan, fasilitas, serta sistem protokol COVID-19 yang
mengacu tiga prinsip utama: kesehatan, kebersihan, dan keamanan. Revitalisasi kawasan dan evaluasi
program dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan destinasi yang berkualitas dengan standar
protokol kesehatan dengan mengacu ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Hal
ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan
menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata.

“Beberapa waktu lalu kita telah melakukan revitalisasi di beberapa area untuk menunjang protokol
kesehatan yang dilakukan dengan ketat. Kini saatnya kita lakukan simulasi untuk penerapan standar
“New Normal” di kawasan Taman Wisata Candi yang kita kelola. Kegiatan simulasi ini dilakukan
bertujuan untuk mempersiapkan penerapan standar protokol kesehatan dalam menerima kunjungan
wisatawan nanti. Rencana simulasi ini tentunya telah mendapatkan ijin/lampu hijau dari Ketua Gugus
Tugas Penanganan COVID dari masing – masing pemerintah daerah.” Terang Direktur Utama PT
TWC Edy Setijono saat meninjau kegiatan persiapan simulasi pre operasional kawasan TWC
Borobudur, Senin (8/6/2020).

Simulasi penerapan standar “New Normal” di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur akan
dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2020 dan untuk Taman Wisata Candi Prambanan tanggal 11 Juni
2020. Kegiatan simulasi ini akan dihadiri oleh Pemerintah Daerah terkait, Pelaku Pariwsata, Ketua
Gugus Tugas penanganan COVID-19 dan media.

Penerapan standar “New Normal” Pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC untuk seluruh
wisatawan yang masuk harus mengikuti protokol kesehatan antara lain : menggunakan masker,
melakukan cuci tangan, melewati Chamber disinvektan, pengecekan suhu tubuh, melakukan visitor
management dengan menerapkan physical distancing, meminimalis pembayaran dengan cash/cashless,
menyediakan hand washing di beberapa stations, pemasangan signage dan information board protocol
COVID-19 serta mempersiapkan klinik kesehatan untuk wisatawan yang sakit.

“Setelah melakukan simulasi penerapan standar “New Normal” tersebut, kita akan melakukan
evaluasi dan hasilnya akan kita laporkan, baik ke Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata serta
ke Pemerintah Daerah terkait. Hal ini untuk memastikan bahwa destinasi kita sudah siap dalam
menerima wisatawan di masa pandemi ini.

TWC sebagai pengelola destinasi Super Prioritas harus menjadi role model penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi destinasi-destinasi lain di Indonesia.” Lanjut Edy Setijono.

Selain wisatawan yang melakukan penerapan standar “New Normal”, sebagai asset utama perusahaan, para karyawan PT TWC yang bertugas di lapangan telah dibekali peralatan pengamanan diri sesuai dengan standar protokol kesehatan serta dibantu dengan layanan Costumer Service yang aktif menyampaikan himbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan TWC.

Selain itu TWC juga melakukan upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan di lokasi pedagang, dengan menerapkan protokol kesehatan serta mengadakan sosialisasi kepada para koordiantor pedagang untuk menjalankan protokol COVID-19 di area sekitar perkiosan pedagang yang ada di kawasan destinasi.

“ Kami berharap hasil simulasi dan evaluasi dapat berjalan dengan lancar, sehingga destinasi yang kami kelola segera dapat dibuka kembali tentunya setelah mendapatkan ijin dari Pemerintah Daerah terkait.” Tutup Edy Setijono.