Sebanyak 27 perusahaan BUMN mengikuti acara Diskusi Leader dan Millennials BUMN Chapter Jogja-Magelang yang dihadiri oleh Staf Khusus Kementrian BUMN Arya Sinulingga dan Direktur Utama PT Taman Wisata Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono di Pendopo Vitarka, Manohara Borobudur Study Center, pada Senin (24/2). Masing-masing BUMN mengirimkan rata-rata 3 perwakilan millennial-nya. “Engaging Millennials” menjadi topik utama yang didiskusikan.

“Millennial TWC bebas berkreasi, namun harus tetap produktif.” buka Edy Setijono dalam sambutannya.

Ia berharap dengan adanya millennials TWC mampu melahirkan karya-karya baru dan tidak terjebak dalam pakem kebiasaan yang ke depannya akan berkontribusi terhadap revenue perusahaan.

Dalam disuksi, Arya Sinulingga banyak memotivasi dengan gaya komunikasi yang relate dengan peserta. Seperti menghubungkan sebuah masalah ke dalam hubungan percintaan.

“Dalam bekerja, kecepatan adalah kunci. Jangan lama-lama. Sama halnya nembak cewek, mau (nerima) nggak? Kalau enggak ya sudah tinggal saja, cari yang lain.”

“Kita harus pro-aktif, kalo enggak pasti tertinggal. Orang yang pro-aktif pasti tinggi kecepatan karirnya.” tambah Arya.

Dalam salah satu diskusinya, Arya Sinulingga mengatakan bahwa BUMN memiliki Rumah Kreatif BUMN yang mana menjadi tempat berkumpulnya para millennials. Rencana agendanya antara lain, mengelola UMKM, PKBL (CSR), bencana dan kreasi program dengan anggaran 20-100 milyar rupiah.

Rencana tersebut mendukung pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa 40-60 persen pegawai BUMN saat ini diisi oleh millennials.

“Semuanya kita punya, Indonesia punya semuanya. Kalau BUMN digerakkan dengan benar, Indonesia akan maju. Indonesia akan bangkit. Jadi anda harus optimis, anda bekerja di tempat yang benar saat ini.” Tutupnya.